Cara Ternak Lele di Kolam Tembok yang Benar Agar Cepat Besar

Kebutuhan protein dari ikan memiliki peringkat kedua setelah pemenuhan dari sumber unggas dan turunannya. Salah satu sebabnya adalah karena harganya lebih terjangkau dibandingkan daging, kambing, atau kerbau. Selain itu pula ketersediaannya di pasar melimpah ruah tanpa mengenal musim

Salah satu yang menjadi sumber pangan adalah lele yang merupakan sejenis ikan yang dapat diternakkan dengan mudah. Bahkan terdapat cara pembudidayaan yang hanya membutuhkan ember saja. Namun, kini yang akan diulas adalah bagaimana cara beternak dengan kolam tembok.

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tembok

cara budidaya ikan lele pada kolam beton

Jika dulu untuk beternak lele membutuhkan halaman yang luas karena dengan sistem empang, maka kini ada cara yang terbaru yaitu dengan memanfaatkan kolam tembok.  Artinya peternak harus membuat tempat yang terbuat dari beton yang kuat.

Jika Anda berminat beternak lele dengan kolam tembok, maka penjelasan berikut dibawah ini dapat membantu untuk memulainya. Asalkan konsisten maka hasil panen lele yang diharapkan dapat membawa keuntungan yang besar.

Pembuatan Kolam Tembok atau Beton

Langkah pertama untuk membuat kolam tembok adalah Anda harus menentukan berapa luasan lahan yang tersedia untuk pembuatan. Baru setelahnya dihitung berapa banyak bahan bangunan yang diperlukan untuk membuatnya.

Siapkanlah bahan bangunan yang dibutuhkan yaitu pasir semen dan batu bata untuk membuat kolam tembok. Agar konstruksinya kuat buatlah dengan rangka menggunakan besi yang ukurannya tepat.

Untuk ukuran kolam Anda perlu menyesuaikan dengan luasan lahan yang tersedia. Perhitungan dengan baik karena ada juga memerlukan agar lebih mudah melakukan proses pembersihan kolam serta pemanenan.

Membuat Kerangka Kolam

Langkah selanjutnya adalah membuat konstruksi kolam sesuai dengan perencanaan luas lahan.  pastikanlah Anda membersihkan dari sisa material yang berbahaya serta memastikan bahwa dasar kolam tidak ada sumber gas atau bau-bauan lain.

Pondasi kolam harus dibuat miring ke arah pembuangan.  Tujuannya adalah ketika menguras kolam untuk proses pembersihan lumpur, endapan atau pada saat panen, maka proses pengeluaran air nya menjadi lebih mudah.

Pada bagian tengah kolam tersebut buatlah  sebuah parit kecil untuk memudahkan proses pemanenan ikan lele nantinya. Setelah proses pembangunan kolam tembok tersebut selesai maka langkah selanjutnya adalah mengeringkannya selama beberapa hari.

Pengeringan Kolam Tembok

Anda perlu memastikan bahwa sebelum diisi air kolam tersebut dalam keadaan kering dari bahan-bahan bangunannya. Tujuannya untuk memastikan kekokohan karena nanti akan diisi air yang memiliki tekanan sehingga tidak akan rubuh selama masa perawatan kan lele sampai panen.

Proses Sterilisasi Kolam

Tahapan selanjutnya adalah mensterilisasi kolam beton tersebut. Adalah untuk menghilangkan berbagai macam zat kimia yang bisa jadi tersisa ketika membangun kolam tersebut.

Sebab, kolam tembok yang baru saja dibangun dan dimasukkan air Akan menimbulkan hawa panas bagi bibit lele yang nantinya akan menyebabkan kematian. Oleh karena itu di pastikanlah bahwa gas-gas tersebut hilang dengan proses sterilisasi.

Istilah air dengan volume maksimal setengah tinggi kolam. Lalu masukkan beberapa batang pohon pisang yang baru saja di tebang ke dalamnya. Biarkan selama beberapa waktu yaitu sekitar 2 sampai 3 minggu hingga membusuk.

Fungsi pohon pisang tersebut adalah untuk menyerap zat-zat racun berbahaya yang ditimbulkan oleh sisa konstruksi bangunan kolam tembok tadi. Setelah membusuk maka selanjutnya diangkat. Bersihkan dan keringkan kolam tersebut.

Pemupukan Kolam Tembok

Proses selanjutnya adalah menyiapkan kolam tembok tersebut sebagai tempat hidup alami bagi lele, sehingga Anda perlu melakukan tahapan pemupukan ini. Sebab pakan alaminya adalah plankton serta cacing kecil yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan.

Selain itu pula dengan melakukan tahapan ini maka anda dapat membantu untuk membunuh bibit penyakit yang berpotensi mematikan lilin pada masa pertumbuhannya. Selain itu juga dapat meningkatkan pH tanah sampai pada kadar yang tepat.

Pada proses pemupukan kolam tembok ini anda dapat memanfaatkan campuran tanah dengan alternatif pupuk kompos, kotoran kambing, maupun kotoran sapi. Tumpuklah campuran tersebut sampai ketinggian 10 sampai 15 cm dari dasar kolam.

Em4 untuk Kolam Lele

Membantu pertumbuhan mikroorganisme yang diperlukan, maka Anda dapat menambahkan EM4 pada tumpukan campuran tanah dan pupuk tersebut. Tujuannya adalah selain merangsang pertumbuhan mikroorganisme juga untuk menguraikan sisa pakan dan kotoran ikan.

Dengan adanya mikroorganisme yang tumbuh tersebut maka bau tidak sedap yang biasanya muncul pada kolam lele akan berkurang. Sehingga Anda tidak perlu sering menguras air kolam untuk mengurangi gas yang berpotensi membuat lele stres.

Sementara itu untuk dosis pemakaiannya adalah produsen memberikan saran sebanyak 6 liter untuk per hektarnya.  Sehingga jika luas kolam Anda sekitar 10 M2 maka cairan EM4 yang dibutuhkan adalah sebanyak 10* 0,6 = 6 mlii lter

Agar fungsinya optimal maka anda disarankan untuk mengaktifkannya terlebih dahulu.  caranya adalah sebagai berikut:

  1. Dalam masukkanlah air dalam suatu sumber.
  2. Tambahkan tetesan molase atau tetes tebu ke dalamnya
  3. Masukkan cairan EM4 dan diaduk sampai rata
  4. Biarkan sama malam untuk proses aktivasi nya

Selanjutnya baru keesokan harinya setelah 24 jam masukkan ke dalam kolam lele

Pengisian Kolam Tembok dengan Air

Setelah proses pemupukan tersebut maka anda perlu mengisi kolam tersebut dengan air kira-kira setinggi 30 cm.  Diamkan selama beberapa hari, yaitu 3 hari. Tujuannya adalah agar sinar matahari dapat mencapai dasar kolam sehingga mikroorganisme yang dibutuhkan dapat tumbuh secara maksimal.

Setelahnya Tambahkan lagi ketinggian air mencapai 90 sampai 100 cm. Diamkan kembali selama 3 hari. Pada 3 hari kedua ini Anda dapat menambahkan eceng gondok sebagai salah satu komponen alami untuk mendukung pertumbuhan plankton serta biota air lainnya.

Semakin banyak pakan alami yang ada pada kolam lele tersebut,  maka pertumbuhan lele pun akan semakin baik. Hal tersebut akan terjadi jika kolam mendapatkan intensitas matahari yang cukup untuk mendukung pertumbuhan biota air.

Pemilihan benih ikan lele

Selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah memilih benih ikan lele.  Langkah ini harus dicermati agar hasil panen melimpah.  Sebab pertumbuhan lele yang baik dimulai dari benih yang berkualitas unggul. Adapun ciri-ciri yang harus diperhatikan ketika memilih nya adalah sebagai berikut:

  1. Pilihlah ikan lele yang memiliki kulit mengkilap dan berkilau licin
  2. Hindarilah ikan lele yang permukaan kulitnya terdapat cacat atau luka.  karena bisa jadi pernah menderita suatu penyakit yang mengakibatkan pertumbuhannya tidak optimal.
  3. Pilihlah bibit ikan lele memiliki gerakan yang gesit dan lincah.
  4. Prioritaskan  ukuran lele yang seragam

Pemilihan bibit lele yang berkualitas unggul akan berpotensi untuk menghasilkan lele dewasa yang sehat dan berukuran sesuai dengan semestinya. Sehingga hasil panenan akan optimal.

Pemilihan benih ikan lele dengan memilih menggunakan lele antibakteri generasi pertama (F1) adalah cara paling mudah untuk mendapatkan benih terbaik. Kekurangan dari pemilihan benih ini biasa pembeliaannya harus partai besar dan hanya tersedia di kota-kota tertentu.

Penebaran Benih Ikan Lele

Setelah kolam siap, maka langkah selanjutnya adalah menebarkan benih ikan lele yang telah anda beli sebelumnya. Jangan langsung menebarkannya ke dalam fauna tetapi diperlukan cara khusus agar diri tidak menjadi stress.

Mengapa demkian? Karena suhu air pada wadah tempat penyimpanan benih lele berbeda dengan keadaan air pada tembok kolam. Sehingga ikan lele harus beradaptasi terlebih dahulu.

Jika proses tersebut tidak dilakukan maka ikan lele tersebut akan mengalami stres yang nantinya akan berpotensi meningkatkan angka kematian ataupun pertumbuhan yang menjadi tidak optimal.

Caranya untuk membantu lele dapat beradaptasi dengan lingkungannya yang baru adalah  sebagai berikut:

  1. Masukkanlah benih lele ke dalam jerigen atau wadah
  2. Selanjutnya Anda masukkan jerigen tersebut yang berisi benih lele ke dalam kolam ikan.  Biarkan tenggelam atau terapung begitu saja.
  3. Biarkan selama 15 sampai 30 menit agar lele dapat beradaptasi dengan keadaan air di kolam tembok tersebut. Jangan paksakan lele keluar.
  4. Selanjutnya, secara perlahan miringkanlah jerigen tersebut agar lele dapat berenang keluar dari wadah menuju ke kolam tembok.

Untuk perhitungan jumlah benih setiap 1 M2 nya adalah maksimum 300 ekor saja. Sebab nanti jika lele semakin membesar diperkirakan kolamnya akan semakin padat. Sehingga Anda pun perlu melakukan panen sortiran agar tidak terlalu susah.

Kolam yang terlalu padat pun tidak akan mendukung pertumbuhan dan menjadi optimal berebut pakan yang diberikan. Anda dapat melakukan penyortiran sambil melakukan panen berdasarkan besarnya lele.

Atau bisa juga menyatukan nilai yang ukurannya seragam pada sebuah kolam lain maka pertumbuhannya tidak terganggu dengan yang lainnya.

Memberi Pakan Ikan Lele

Sama seperti hewan ternak lain pemberian ikan lele pun harus memperhatikan umur serta pertumbuhannya. Oleh karenanya proses pemupukan merupakan hal yang penting adanya pakan alami di kolam tersebut.

Sehingga Anda tinggal memberikan pakan tambahan yang mengandung mineral, vitamin, serta protein tinggi dalam berbagai bentuk sesuai dengan masa pertumbuhannya.

Pemberian pakan lele yang tepat

Bibit lele cukup Anda berikan pakan berupa pelet yang yang diproduksi oleh pabrikan dalam bentuk butiran atau scramble. Selanjutnya dosisnya dapat bertambah sesuai dengan saran yang ada pada pakan tersebut.

Sebagai alternatif Anda juga dapat memberikan pakan yang dibuat sendiri yaitu campuran pelet dengan bekatul.  lainnya adalah cacahan ikan rucah, bekicot, serta campuran daun singkong dan pelet.

Anda harus memberi makan ikan lele ini tepat pada waktunya dan rutin. Berikanlah tiga kali sehari pada waktu yang sama dan frekuensi yang tidak berbeda. Sebab jika kekurangan makan maka ikan lele yang kuat akan memangsa yang sifatnya yang lemah karena sifatnya yang karnivora.

Perhatikanlah proses pemberian pakan pada lele. Jangan sampai lele tersebut terlalu kenyang karena dapat menyebabkan stress dan akhirnya mati. Karena itu Anda dapat mengantisipasinya dengan cara berikut ini:

  • Tebarkanlah pakan lele dalam keadaan lembab sehingga lebih mengembang.
  • Hindari pemberian pakan lele dalam keadaan kering karena umumnya lele rakus memakan pakan tersebut. Akibatnya akan mengembang dalam perutnya dan menyebabkan ia kekenyangan.
  • Hindari pemberian pakan lele dalam sekali tebar. Perhatikanlah volume sekali tebar. Sampai lele terlihat memakan semuanya baru disebar lagi pelet yang baru.  Jika sudah tidak menampakan keinginan untuk makan, berhentilah memberikannya.

Pemberian pakan yang lebih sering adalah ketika lele dalam bentuk bibit karena sering merasa lapar. Sebab benih tersebut dalam masa pertumbuhan sehingga membutuhkan gizi yang banyak.

Setiap 10 hari sekali Anda dapat melihat bagaimana perkembangan benih tersebut. Dosis pemberian nya dapat dilihat pada takaran pelet itu. Jangan sampai terlalu banyak memberikannya karena tidak akan memakan makanannya sehingga tersisa dan jatuh ke dalam kolam sebagai endapan yang artinya meracuni air.

Perawatan Ikan Lele agar Cepat Besar

Agar benih lele cepat besar dan mencapai berat maksimal pada saat panen, maka peternak harus melakukan perawatan yang maksimal. Mulai dari pemberian pakan, Penjagaan kualitas air sampai mencegah penyakit.

Mencegah Penyakit pada Ikan Lele

Untuk memastikan bahwa lele bertumbuh secara maksimal maka peternak harus melakukan berbagai macam cara untuk mencegah penyakit yang timbul pada ikan. Metoda tersebut dapat Anda pelajari pada penjelasan berikut ini:

  • Perhatikanlah frekuensi dan jumlah pemberian pakan lele agar tidak banyak yang tersisa.  Sebab akan menyebabkan endapan pada dasar kolam yang menimbulkan gas gas berbahaya dan beracun.
  • Kolam ikan setiap kali tercium bau amonia untuk menghilangkan gas tersebut yang dapat membuat lele menjadi stres dan mati
  • Berikanlah EM4 prebiotik untuk membantu mengurangi pembentukan gas beracun, menguraikannya serta meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air sehingga kualitas air tetap terjaga
  • Lakukanlah sortiran ikan lele berdasarkan berat dan panjangnya setiap 10 hari sekali.  kumpulkanlah dalam suatu kolam untuk memastikan pertumbuhannya secara optimal.

Menjaga Kualitas Air Kolam Lele

Anda harus menjaga kualitas air pada kolam agar selokan bersama bagus dan tidak mengandung zat amonia. Ciri-cirinya adalah tercium bau busuk sehingga Anda perlu melakukan proses pengurasan endapan di dasar kolam.

Agar tidak terlalu sering menguras kolam lele maka perhatikanlah pemberian pakannya jangan terlalu banyak. Sebab jika tidak termakan semua maka sisanya akan mengendap di dasar dan bereaksi dengan air membentuk amonia yang beracun bagi diri dan menyebabkan mati.

Anda juga dapat memberikan lapisan  pelindung berupa strimin kawat yang kuat pada pipa atau penutup kolam untuk mencegah musang dan linsang tidak masuk dan memangsa ikan lele tersebut.

Penggunaan Probiotik Em4 pada ikan lele

Penggunaan probiotik EM4 pada kolam ikan lele dapat menjaga kualitas air tetap terjaga. Sebab air kolam yang sudah tercemar akan menimbulkan gas beracun sehingga lelem engalami stres dan mati.

Berdasarkan penelitian penggunaan EM4 dapat memberikan keuntungan bagi peternak lele. Adapun benefitnya adalah sebagai berikut:

  • EM4 dapat merangsang pertumbuhan mikroorganisme yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan lele
  • Probiotik ini dapat membentuk lingkungan alami yang mendukung pertumbuhan bibit lele
  • EM4 mampu meningkatkan kadar oksigen terlalu sehingga air kolam tembok selalu bersih
  • Dapat membantu mendukung kesehatan lele
  • Probiotik yang ada pada EM4 dapat membantu untuk memfermentasikan sisa pakan lele yang ada pada dasar kolam sehingga tidak membentuk gas amonia yang berbahaya
  • Dapat membantu untuk menguraikan gas amonia, metana, dan hidrogen sulfida ke dalam bentuk sederhananya sehingga mengurangi potensi keracunan ikan lele

Sortir Ikan Lele

Selama masa pertumbuhan Anda harus sering melakukan penyortiran ikan lele. Lakukanlah ini 10 hari sekali untuk melihat keseragaman panjang serta beratnya.  Berat. Kumpulkan ikan lele yang memiliki berat sama dalam satu kolam sehingga pertumbuhannya bisa seimbang.

Dengan demikian tidak perlu ada perebutan pakan yang diberikan dan pada akhirnya di masa panen semuanya akan memiliki panjang dan berat yang sama. Pada umumnya ikan lele yang memiliki pertumbuhan tidak optimal kekurangan makan karena kalah b berebut dengan yang lainnya.

Waktu panen ikan lele

Waktu panen ikan lele yang tepat adalah berkisar 2 setengah sampai 3 bulan karena umumnya lele sudah berukuran kira-kira 5 sampai 9 ekor dalam 1 kg nya. Keringkan kolam tembok tersebut , sisakan air hanya sampai 10 cm saja sehingga lebih mudah untuk mengangkatnya menggunakan jaring atau serokan besar.

Jika Anda peternak pemula ikan lele, maka beberapa langkah di atas dapat digunakan sebagai informasi dasar untuk membuat kolam sampai proses pemanenannya.  Lakukan secara konsisten, sangat besar kemungkinannya jika pada akhirnya hasil panen Anda akan berlimpah ruah dan mendatangkan laba yang besar.

Leave a Comment